Jumaat, 21 Disember 2012

Puisi : Penantian Ratu

Karya : Tangerine Putih

Pada puncak lelah menjajah helanya
Ia mendahaga lafaz janji merdeka
Namun peluru terus menebuk mengasak pilu
Menggelupur jatuh menjadi debu
Daya apa mengucup rindu pada sang ratu?

Maha Kuasa Tuhan!
Terima kasih..
Akhirnya..
Puteranya yang papa bisa melebur derita
Rantai memasung jiwa dan raga
Dengan cuma hayunan pena
Merdekalah kita.

Maka,bergembiralah..
Berjuta ratu yang membalu
Menghadam luka dalam hempedu
Dari dulu sepi mencandu
Kini terbalas dendam seribu.

Isnin,27 Ogos 2012
02.03 a.m.

Puisi ini adalah tentang seorang wanita yang hilang suaminya dalam perjuangan menentang tirani tetapi pada masa yang sama,suaminya soldadu itu berharap agar semuanya dapat berlalu dengan cepat agar bisa bersama dengan isteri tercinta.Malangnya,kegugurannya di medan perang membuahkan rasa benci wanita itu pada si kukubesi sehingga pewarisan rasa itu dizahirkan pada sang putera yang pintar membikin penyudahnya.55 tahun sudah merdeka.Merdekakah kita? 





Tiada ulasan:

Catat Ulasan