Jumaat, 10 Mei 2013

Sajak : Hujan Yang Buta



Hujan berkilau lutsinar itu
Merembes dari mega menyebar harum
Terbit gembira
Untukku luruskan kembara

Tiba di perosok lembah
Aku terpana.
Lagi.

Lumpuh sukma
Jatuh menggelupur
Dirangsang candu pesona yang menggoda
Tatkala daunan subur melambai
Tak putus hujan berjalur menunjang badan
Tika bersama terlihat rona aneka

Tiba-tiba pilu membelah dada
Teringat dari mana asal berada
Mungkin kembara ini hikmahnya
Mengubat aku yang buta
Kota nikmatku padat hina

Tiada ulasan:

Catat Ulasan