Rabu, 29 Mei 2013

Sajak : Mencari Kehilangan

perlahan aku tinggalkan kota
mencari kau yang ku pandang sekelip mata
ku lihat arah kau ke pinggir sana
merangkak tuju belantara
sambil cicir airmata ke lopak berair

mana kau?
mana bisa aku menyelak satu-satu dahan pohon
mencari kau yang bersembunyi 
setelah kau godakan aku dengan sayap senyummu
yang sekilas lalu

dalam pada aku berhenti menapak
kerna nafasku helaku dijajah rasa penat
perut mulai bising seperti ranting-ranting yang ku pijak
aku sempat berharap 
agar aku bisa tahu apa namamu
dan rasa kau padaku
kerna unggas sepertimu adalah banyak
tapi yang benar-benar kamu
sulit untuk ku temu

p/s : mungkin ada bait-bait dalam sajak ini yang menyerupai bait dalam sajak penantian ratu,tapi ini adalah nukilan yang terbaik bagi seorang guru yang pernah melihat karya aku sebelum ini. :)

4 ulasan:

  1. Balasan
    1. owh..thnks..but i need to learn more,dear.. :)

      Padam
  2. Wah, kedak kawan kamek nak nama Zila kitak towk. Suka molah sajak (^_^)

    BalasPadam
    Balasan
    1. seangkatan bpantun dgn kmk dolok zila ya..ndak lah..brjgkit kali..hihi :)

      Padam